Kamis, 25 April 2019

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat


Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1 sampai Kamis (18/4) pagi di TPS 19 Warunggunung, Jumri kemudian meninggal saat sedang sujud. 
"Seperti itu keterangan yang disampaikan divisi SDM KPU Lebak. Almarhum anggota KPPS dan meninggal di hari pertama," kata Komisioner KPU Banten Rohimah saat dikonfirmasi detikcom dari Serang, Senin (22/4/2019) BEST PROFIT

Total, sejauh ini ada 3 petugas pesta demokrasi meninggal di Banten. Masing-masing petugas KPPS di Tangsel dan Lebak, dan seorang Linmas di Kabupaten Tangerang. 

Per hari ini, menurut Rohimah, juga ada 20 laporan petugas penyelenggara Pemilu di Banten yang dirawat baik di rumah sakit dan klinik akibat kelelahan atau kecelakaan. Sebagian ada yang sudah pulang dan beraktivitas kembali.  BESTPROFIT

Untuk petugas KPPS Lebak yang meninggal, pihak komisioner KPU Banten rencananya akan menjenguk keluarga yang ditinggalkan. Dua komisioner akan datang saat pemungutan suara ulang (PSU) 4 TPS di sana. 


Di samping itu, KPU Banten juga masih menunggu mekanisme KPU RI terkait pemberian donasi atau santunan kepada petugas yang meninggal dan sakit. Apakah melalui patungan seluruh petugas KPU seluruh Banten atau akan disampaikan langsung oleh pusat. 

"Kita menunggu teknis, yang jelas kita siap melakukan metode yang mana. Inginnya lebih cepat," pungkasnya. 

Sandiaga: Pemilu Jujur dan Adil Ditentukan Rakyat

Cawapres Sandiaga Uno menyebut proses Pemilu Serentak 2019 dinilai oleh rakyat. Dia mengatakan, untuk meyakini proses pemilu berjalan jujur dan adil, harus melihat langsung ke lapangan. PT BESTPROFIT

"Kita ingin mengawal pemilu jujur adil. Sekarang ada penggiringan (berita) kemarin tadi malam bahwa Sandi sudah meyakini pemilu jujur adil. Saya belum... karena menurut saya yang memberikan laporan adalah kalian semua yang hadir di lapangan apakah pemilu ini jujur dan adil," ucap di Insomniak Coffe And Lounge, Jalan Tarumanegara, Cireundeu, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (25/4/2019). BESTPROFIT
Menurutnya penilaian proses pemilu serentak tahun ini sudah berjalan jujur dan adil atau tidak ditentukan oleh rakyat. Maka itu, dia menegaskan untuk terus melakukan pengawalan hingga tuntas tanggal 22 Mei.
"Saya sampaikan bahwa yang akan menyatakan pemilu itu jujur dan adil adalah masyarakat semua. Kemarin saya menyampaikan bahwa kita harus meyakini datang ke tempat-tempat untuk memastikan proses demokrasi dan pemilu ini jujur dan adil, bukan saya yang menyatakan pemilu ini jurdil, justru masyarakat," tuturnya.
BEST PROFIT
Sandiaga hingga saat ini masih menerima laporan adanya proses penghitungan suara yang tidak lazim. Dia juga mempertanyakan soal netralitas aparat pada Pemilu 2019.

"Kita sudah mendengar laporan ada abuse of power, ada bagaimana tidak adanya netralitas dari aparat. Banyak yang sampaikan ke saya, saya bilang silakan saja laporkan, ada mekanisme hukum untuk melaporkan itu," paparnya.

"Ada yang menyatakan penyalahgunaan anggaran negara untuk paslon tertentu, sampaikan kepada channel, kepada jalur hukum, ketika disampaikan adanya bahwa aparat juga tak netral dan berpihak. Buat saya fenomena ini tugas kita semua mengawal pemilu jujur dan adil, jangan dilangsung artikan sudah jurdil. Ini di ujungnya tanggal 22 Mei baru kita sampaikan apakah sudah jujur apa belum itu nanti," imbuh Sandiaga.
Selanjutnya, dia mendukung jika ada masyarakat yang membentuk tim pencari fakta independen untuk menjamin pemilu jujur adil. Langkah itu, kata dia, membantu kinerja Bawaslu menjadikan pesta demokrasi dipercaya masyarakat.

"Kalau (tim dari) BPN itu pasti akan bias, pasti akan mengunggulkan 02, harusnya dari masyarakat sendiri. Sekarang kan makin banyak anggota masyarakat yang mengungkapkan temuan itu. Nah alangkah baiknya kalau mereka yang organisasikan secara independen tim tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Sandiaga sempat berbicara soal pemilu jujur adil. Sandiaga mengatakan hal itu saat ditanya perihal sikapnya dengan Prabowo Subianto soal hasil quick count Pilpres 2019.

"Saya nggak punya perbedaan pandangan yang prinsip dan strategis terhadap Pak Prabowo. Saya meyakini bahwa pemilu ini jujur dan adil. Saya meyakini bahwa kinerja para relawan ini harus dihargai," kata Sandiaga di GOR Radio Dalam, Jl Ps Inpres, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (24/4).

Rabu, 24 April 2019

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Keuangan Libra, Scorpio Jangan Frustasi


Jakarta - Sagitarius jangan takut pada kritikan. Untuk keuangan libra, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Simak ramalan zodiak selengkapnya berikut ini. PT BESTPROFIT
Libra:
Peruntungan: Anda harus termotivasi untuk berbuat lebih baik dibanding hari-hari kemarin. Di saat ini peluang masih terbuka lebar hanya saja situasi disekeliling anda tampaknya yang kurang begitu mendukung, tetaplah semangat!. BEST PROFIT

Keuangan: Jangan sampai besar pasak daripada tiang, waspadalah!
Asmara: Jangan perdulikan hasutan orang, percayalah akan kesetiaannya.
Jam Baik: 18.00-19.00 BESTPROFIT
Scorpio:
Peruntungan: Jangan frustasi karena ini semua sudah merupakan kehendak alam agar anda lebih bisa tekun dan sabar dalam menghadapi realita ini. Tetaplah bersemangat karena hanya dengan kerja keras maka semua impian itu akan bisa terealisasi.
Keuangan: Segala kebutuhan akan mampu terpenuhi.
Asmara: Jangan biarkan masalah semakin membesar tanpa ada tindakan untuk menyelesaikannya.
Jam Baik: 14.00-15.00
Sagitarius:
Peruntungan: Perhatikan dan resapi yang namanya kritikan maka Anda bisa memetik keuntungan dari kritikan tersebut, walaupun terkadang hati anda tidak mampu untuk menerimanya.
Keuangan: Cobalah anda tekuni dulu yang sudah ada karena itu akan lebih pasti hasilnya.
Asmara: Jangan keburu marah dulu bila mendengar berita yang kurang enak, perhatikan dan pelajari dulu benar tidaknya.
Jam Baik: 12.00-13.00
x

Selasa, 23 April 2019

Awas! 6 Aplikasi Populer Google Play Store Ketahuan Curang


Google menarik sejumlah aplikasi populer dari Play Store setelah investigasi dari BuzzFeed News. Aplikasi-aplikasi ini terciduk berbuat curang.

Enam dari aplikasi tersebut dikembangkan oleh DU Group, pengembang yang dulunya merupakan bagian dari Google-nya China, Baidu. Yang mengkhawatirkan, keenam aplikasi ini terhitung cukup populer dan sudah diunduh lebih dari 90 juta kali oleh pengguna. 


Keenam aplikasi tersebut adalah Selfie Camera, Total Cleaner, Smart Cooler, RAM Master, AIO Flashlight, dan Omni Cleaner. Dari keenam aplikasi tersebut, Selfie Camera merupakan aplikasi yang paling populer dan sudah diunduh lebih dari 50 juta kali. 


Keenam aplikasi ini dianggap curang oleh peneliti dari Check Point karena memiliki code yang membuat aplikasi ini secara otomatis meng-klik iklan yang muncul, tanpa sepengetahuan pengguna. 

Bahkan klik otomatis ini juga tetap berjalan walaupun pengguna tidak membuka aplikasi secara langsung. Praktik ini tentu saja tidak hanya menguras baterai smartphone milik pengguna tapi juga data mereka. 



"Kami secara eksplisit melarang penipuan iklan dan penyalahgunaan di Google Play. Pengembang diwajibkan untuk mengungkap pengumpulan data pribadi dan hanya menggunakan izin yang diperlukan untuk menjalankan fitur dalam aplikasi," kata juru bicara Google kepada BuzzFeed News, seperti dikutip detikINET, Senin (22/4/2019).


Aplikasi Selfie Camera juga termasuk salah satu yang melakukan pelanggatan paling banyak. Selain "nakal" dalam melakukan "ad fraud", mereka juga melakukan "download fraud" di mana aplikasi tersebut memonitor aplikasi lain di smartphone.


Jika aada aplikasi yang baru diinstal, Selfie Camera akan mengunggah informasi yang mengklaim bahwa mereka yang mendorong diunduhnya aplikasi baru ini dan menipu pengembang untuk membayar mereka. Selain itu, aplikasi ini juga memiliki code yang tugasnya untuk memonitor baterai, CPU dan melihat situs eksternal. 



Selain enam aplikasi milik DU Group, investigasi BuzzFeed juga menemukan lebih banyak lagi aplikasi yang praktek iklannya juga berbuat curang. Pengguna pun disarankan untuk lebih berhati-hati karena aplikasi yang berada di Play Store atau App Store bukan berarti bisa dipercaya sepenuhnya.


Senin, 22 April 2019

TKN: Tak Ada Alasan BPN Curigai KPU, 5 Komisioner Diusulkan Kubu 02 di DPR


Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menegaskan KPU hingga jajaran KPPS Pemilu 2019 bukanlah bagian dari pemerintah. Anggota TKN, Inas Nasrullah Zubir, bahkan sampai mengungkit proses pengusulan jajaran komisioner KPU di DPR. PT BESTPROFIT

"Kubu paslon 02 membuat narasi seolah-olah kecurangan dilakukan oleh kubu paslon 01, dimulai dari bawah melalui perangkat pemerintahan. Padahal pemungutan suara dilakukan oleh KPPS, yang diatur dalam Pasal 59 UU No 7/2017 (UU Pemilu)," kata Inas dalam keterangannya, Senin (22/4/2019). BEST PROFIT

Inas lalu memerinci bunyi pasal yang dimaksudnya. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Anggota KPPS sebanyak 7 (tujuh) orang berasal dari anggota masyarakat di sekitar TPS yang memenuhi syarat berdasarkan Undang-Undang ini. BESTPROFIT

"Artinya bahwa KPPS bisa berisi orang-orang nya 01 dan bisa juga berisi orang-orang nya 02, dan keduanya punya peluang untuk berbuat curang!" ucap Inas. 

Inas mengatakan Pasal 22-26 UU Nomor 7/2017 mengatur pemilihan komisioner KPU di DPR yang berasal dari usulan tim seleksi yang pesertanya ialah anggota masyarakat warga negara Indonesia. Pasal 27-34 UU No 7/2017, dia melanjutkan, mengatur pemilihan anggota KPUD Provinsi dan Kab/Kota yang juga berasal dari anggota masyarakat warga negara Indonesia.

Politikus Partai Hanura itu lantas menyebutkan latar pengusulan komisioner KPU saat ini. Inas membeberkan mayoritas komisioner KPU saat ini diusulkan partai-partai yang saat ini berada di kubu paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


"Perlu diketahui juga oleh masyarakat bahwa 5 orang dari 7 orang komisioner KPU-RI yang ada sekarang ini adalah usulan dari Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat, sehingga tidak ada alasan bagi kubu 02 untuk mencurigai kinerja KPU RI," kata Inas tanpa menyebutkan lima nama yang ditekankannya itu.

Untuk diketahui, KPU saat ini dijabat Arief Budiman sebagai ketua. Adapun 6 komisioner KPU lainnya ialah Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asy'ari dan Viryan. 

Jumat, 19 April 2019

Ketua TKD Sulsel Ungkap Penyebab Kekalahan Jokowi di 'Kampung JK'


Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin kalah oleh pasangan Prabowo-Sandiaga di Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil quick count. Tim Jokowi buka-bukaan mengenai kekalahan ini.
"Hoax ini terlalu kencang dan tidak berhasil sepenuhnya kita atasi," kata Ketua TKD Sulsel, Syamsul Bachri saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/4/2019).
Berdasarkan hasil hitung cepat LSI, Jokowi-Ma'ruf Amin meraup suara sebanyak 42,55 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara 57,45 persen. Syamsul mengatakan, pihaknya telah bekerja keras untuk memenangkan Jokowi di Sulsel.


"Tapi ya itulah hasil akhirnya. Tentu saya sebagai ketua TKD bertanggungjawablah. Saya tidak mau salahkan siapa pun, sebagai komandan, sebagai ketua TKD, risikonya ke saya," ujar Syamsul.
Sejak awal memimpin TKD Sulsel, Syamsul menyatakan dia telah meyakini bahwa pertarungan di Sulsel untuk Pilpres sangatlah berat.

Tidak hanya itu, pembangunan Jokowi-JK di Sulsel dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap pilihan masyarakat setempat.


"Mereka lebih percaya apa yang berkembang di media yang kami nilai banyak tidak benarnya ketimbang yang benar," sebutnya.

"Jadi kami dari TKD kurang berhasil lah memanage potensi yang ada di Sulsel. Tentu banyak pihak yang ikut membantu tapi hasilnya tetap seperti itu," sambungnya.

Meski kalah di Sulsel, lanjut Syamsul, dia meyakini Jokowi tidak akan berpaling muka dan tetap akan membangun Sulsel.

"Meskipun Pak Jokowi tidak menang di Sulsel, tapi saya yakin perrhatian pemerintah baru nanti tidak berkurang terhadap apa yang dibutuhkan oleh Sulsel, sebagai pintu penggerak utama di kawasan Timur Indonesia," harap dia.

Kamis, 18 April 2019

Wiranto: Pencoblosan Pemilu Berjalan Lancar, Tak Ada Gangguan Keamanan


Menko Polhukam Wiranto mengatakan pencoblosan Pemilu 2019berjalan aman dan damai. Wiranto menyebut tak ada gangguan keamanaan saat pemungutan suara di sejumlah daerah di Indonesia.
"Kemarin, telah saksikan puncak dari kerja kita beberapa bulan untuk amankan pemilu. Secara umum, pencoblosan itu, kegiatan puncak pemilu di semua wilayah telah dapat berjalan dengan aman, lancar, damai," ucap Wiranto dalam pembukaan rapat pengamanan pascapencoblosan, di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (18/4/2019).  BEST PROFIT


Wiranto menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang menjaga keamanan pemilu. Semua potensi gangguan dapat dinetralisir dengan baik
"Tidak ada satu insiden dalam skala besar yang ganggu kelancaran pemilih. Karena itu pada kesempatan baik saya sampaikan penghargaan kepada saudara sekalian yang telah lakukan langkah yang meredam, netralisir ancaman dan gangguan yang akan akibatkan pemilu tidak aman, tidak lancar, dan tidak sukses," ucap Wiranto. 

Seperti diketahui, pencoblosan Pemilu 2019 dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu (17/4) kemarin. Masyarakat memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota, serta DPD. 

Setelah pencoblosan, beberapa lembaga survei mengeluarkan hasil hitung cepat atau quick count. Wiranto menyebut lembaga yang mengeluarkan hitung cepat itu telah mendapat izin dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Kemarin kita saksikan perhitungan suara cepat dari lembaga yang telah diresmikan atau diterima oleh KPU sebagai lembaga resmi yang lakukan quick count," kata Wiranto.

"Hasil telah kita terima, ada beberapa variasi, umumnya telah menangkan Paslon 01(Joko Widodo-Ma'ruf Amin) dengan hasil yang tertera di media yang beredar di masyarakat," ucap Wiranto.