Kamis, 31 Oktober 2019

Getuk Legendaris Buatan Warung Getuk Dalangan yang Pulen Murah


Getuk merupakan kue tradisional Jawa yang dibuat dari singkong, gula dan kelapa. Jajanan murah meriah ini banyak variasnya, tetapi yang satu ini tetap dengan rasa autentik.

Getuk biasa dinikmati sebagai camilan minum kopi di pagi hari atau suguhan buat tamu-tamu di acara khusus. Jajan pasar ini populer karena mudah dibuat, murah dan enak rasanya. Untuk membuatnya, singkong dikupas, dipotong-potong lalu dikukus hingga mekar dan empuk. Kemudian digiling dengan gilingan besi hingga halus pulen. Barulah diberi aneka rasa.


Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Dalangan, Desa Barongan, Kecamatan Kota. Di daerah Dalangan, ada salah satu warung penjaja getuk yang legendaris. Nama warungnya adalah Getuk Dalangan. Nama terakhir merupakan nama lokasi dukuh. BESTPROFIT

Warung Getuk Dalangan mendadak ramai di dunia maya, setelah salah satu akun media sosial penyedia informasi lokal mengunggah foto aktivitas warung getuk itu. Warganet yang didominasi warga lokal, memberikan banyak komentar. Terutama berisikan petunjuk dan kesannya. PT BESTPROFIT FUTURES

Warung Getuk Dalangan, berada sekitar 150 meter dari pusat alun-alun kota. Lokasinya berada di dalam kampung Dalangan. Untuk ke sana, bisa melalui Jalan Jenderal Sudirman. Sebelum satu toko jam terkenal di kota itu, ada sebuah gang bertuliskan Dalangan. Dari ujung gang ke lokasi, jaraknya sekitar 7 meter.


Warung Getuk Dalangan ditandai dengan adanya kerai bahan bambu bertuliskan Getuk Dalangan. Warung menyatu dengan bangunan tempat tinggal si pemilik. Di bagian samping rumah, diubah menjadi warung. Di situ hanya terdapat sebuah meja berukuran besar. Di atas meja itulah, aneka getuk dijajakan.


Meja beralaskan daun pisang, serta beberapa kertas minyak dan wadah berbahan plastik. Di atasnya ditata potongan aneka getuk. Ada yang masih berbentuk lonjoran, ada pula yang sudah dipotong-potong.


Ny Suwarni (63) pemilik warung Getuk Dalangan, menjelaskan jika warungnya merupakan salah satu tempat penyedia getuk yang masih bertahan di kota setempat. Warungnya telah berdiri sejak 40 tahun silam dan bertahan hingga sekarang.



"Warung Getuk Dalangan sudah ada ya sekitar 40 tahun-an," ungkap Suwarni mengira-ngira waktu berdirinya warung Getuk Dalangan, ditemui di lokasi warung, Selasa (17/11/2019) sore.


Warung ini didirikan oleh orang tua Suwarni, mbah Naisa. Suwarni merupakan generasi kedua yang mengelola warung getuk ini hingga sekarang. Praktis, menu yang ada di warung merupakan menu warisan pendahulunya.


Saat ini, Suwarni membuka warung dibantu anak-anaknya. Seperti yang tampak di warung. Ada yang bertugas melayani pembeli, ada yang menata daun pisang, serta ada yang mengupas singkong. "Ini yang punya Bu Suwarni. Saya anak mantunya, bantu-bantu," kata Ny. Ima (38), yang bertugas melayani pembeli.



Dia menjelaskan, warung memang murni menjajakan getuk. Ada lima jenis getuk yang disediakan. Yakni lopis, getuk, puli, moto belong, dan ketan. "Untuk jenis lopis baru kami jual sejak dua tahun terakhir. Sedangkan yang lainnya sudah lama," tuturnya.


Warung Getuk Dalangan buka setiap hari kecuali hari Minggu, Ramadan hingga satu bulan ke depan, dan hari-hari besar. Warung ini buka sejak pukul 10.00 WIB-17.00 WIB. Harga getuk mulai dari Rp 2.000 per porsi kecil, Rp 5.000 dengan porsi plastik mika kecil, atau tergantung si pemesan. Sejumlah perusahaan besar di Kudus juga beberapa kali pesan getuk. "Ada yang sampai 300 bungkus, 500 bungkus, pesannya," bebernya.


Mereka juga menerima pesanan getuk yang dibentuk seperti gunungan tumpeng. Dengan harga mulai dari Rp 250.000. Termasuk juga, getuk yang ditata sedemikian rupa guna keperluan lamaran pasangan.



Ima melanjutkan, saking larisnya setiap hari warung getuk ini menghabiskan singkong yang tak sedikit. Seperti lopis bisa habis sampai 5 kg, getuk sekitar 2 karung singkong, moto belong sekitar 60 lonjor, dan lainnya. Untuk jenis moto belong, di bagian tengahnya diberi irisan pisang tanduk khas Gunung Muria.


Biasanya pembeli mencampurkan getuk yang dipesannya dengan parutan kelapa, atau gula aren. "Mau gula atau kelapa, itu biasanya tergantung selera pembeli. Kalau manis ya pakai gula, kalau tidak, ya pakai kelapa," ungkap Ima.


Warung Getuk Dalangan biasanya ramai setiap pukul 10.00 WIB. Selain pembeli, ada juga bakulan yang kulakan getuk. Ada sejumlah bakulan getuk yang tersebar di Kudus. Selama ini pelanngganya berasal dari Mayong Jepara, SemarangKudus, Pati, dan daerah sekitarnya.

Rabu, 30 Oktober 2019

Fakta-fakta Kasus Pembunuhan dengan Mayat Dikubur di Lantai Musala


Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan Surono yang mayatnya dikubur di lantai musala rumahnya. Polisi menduga Surono menjadi korban pembunuhan yang dilakukan orang dekatnya.
"Kuat dugaan pelakunya merupakan orang dekat korban. Tapi ini baru dugaan. Kami belum menetapkan tersangka," kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Selasa (5/11).
Untuk menentukan tersangka, menurut Alfian, pihaknya akan menentukan motif atau alasan terduga pelaku melakukan pembunuhan. Motif tersebut nanti akan menjadi penguat bagi polisi dalam menetapkan tersangka.
Ada dua motif terduga pelaku membunuh Surono. Pertama adalah asmara yang berujung dendam. Kedua, masalah warisan.


1. Pembongkaran lantai musala di Jember dilakukan atas dugaan kasus pembunuhan
Minggu (3/11), polisi membongkar lantai musala yang ada di rumah warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo. Pembongkaran dilakukan karena ada dugaan di tempat itu terkubur jasad seseorang yang menjadi korban pembunuhan.

Dalam pembongkaran ditemukan sebuah kain sarung. Kemudian di lokasi pembongkaran juga tercium aroma bau busuk. Tak hanya itu, ternyata polisi juga menemukan sejumlah tulang.

"Ada tulang belulang yang ditemukan setelah lantai tempat salat itu kita bongkar," kata Kapolsek Ledokombo AKP Wardoyo Utomo, Senin (4/11).


2. Ada sepenggal cerita pembunuhan Surono sebelum lantai musala dibongkar

Rumah yang musalanya dibongkar itu milik Surono yang dikabarkan hilang sejak Mei 2019. Semasa hidupnya, Surono tinggal di rumah itu bersama istrinya, Busani.

Kepala Dusun Juroju, Edi bercerita, pada Jumat (1/11) dia didatangi anak Surono, Bahar. Saat itu Bahar baru pulang dari tempat kerjanya di Bali.

Kepada Edi, Bahar menceritakan hasil perbincangannya dengan Busani. "Malam Jumat kemarin itu Bahar ini telepon ibunya si Busani dan bercerita bahwa ibunya ini gak jadi nikah sama 'J' (menyebut nama seorang pria)," jelas Edi.

Busani tak jadi menikah dengan J karena istri J yang selama ini merantau ke Arab Saudi sudah pulang. Setelah mendapat cerita itu, Bahar kemudian menanyakan kabar ayahnya, Surono kepada Busani.


"Tapi sama Busani ini Bahar diminta gak usah tanya-tanya ayahnya lagi, karena ayahnya sudah dibunuh sama J itu," kata Edi.

Bahar kemudian terus mencecar pertanyaan kepada Busani kenapa ayahnya dibunuh. Busani menjawab karena Surono memergoki Busani saat bersama J.

"Katanya waktu itu Busani ini kepergok sama J di rumahnya oleh Surono ini. Kemudian, Surono dibunuh dan dikubur di di bawah lantai musala yang ada di dapur. Itu ceritanya Bahar lo ya, waktu datang ke saya," kata Edi.

Atas pengakuan itu, kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi. Usai menerima laporan, petugas langsung datang ke lokasi."Lantai musala itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain di lokasi musala yang dibongkar itu," terang Edi.

Selasa, 29 Oktober 2019

Permintaan Melonjak, Harga Batu Bara Naik ke US$ 66/Ton


Harga penjualan batu bara selama bulan November 2019 dipatok pada angka US$ 66,27 per ton atau naik 2,27% dari HBA Oktober 2019 senilai US$ 64,8 per ton. Ketetapan ini mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 224 K/30/MEM / 2019 yang diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan November 2019.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan kenaikan HBA bulan November dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar menjelang musim dingin.
"Naiknya tipis dari bulan sebelumnya karena ada kenaikan permintaan," katanya dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (6/11/2019). BESTPROFIT


Harga batu bara tersebut, imbuh Agung, akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). PT BESTPROFIT FUTURES

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami kenaikan di bulan November 2019. Misalnya, untuk harga Nikel naik menjadi US$ 17.456,43/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu US$ 17.176,82/dmt.

1. Kobalt: US$ 36.035,71/dmt, naik dari US$ 34.363,64/dmt

2. Timbal: US$ 2.126,24/dmt, naik dari US$ 2.066,93/dmt

3. Seng: US$ 2.365,19/dmt, naik dari US$ 2.295,45/dmt

4. Aluminium: US$ 1.721,38/dmt, turun dari US$ 1.749,00/dmt

5. Tembaga: US$ 5.697,05/dmt, turun dari US$ 5.725,30/dmt

6. Emas sebagai mineral ikutan: US$ 1.498,65/ounce, turun dari US$ 1.515,23/ounce

7. Perak sebagai mineral ikutan: US$ 17,68/ounce, turun dari US$ 18,02/ounce

8. Ingot timah Pb 300: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

9. Ingot timah Pb 200: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

10. Ingot timah Pb 100: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan


11. Ingot timah Pb 050: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

12 Ingot timah 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

13. Logam emas: sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

14. Logam perak: sesuai harga logam perak yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

15. Mangan: US$ 4,18/dmt, turun dari USD4,59/dmt

16. Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: US$ 1,31/dmt, naik dari USD1,28/dmt

17. Bijih Krom: US$ 2,86/dmt, naik dari US$ 2,83/dmt

18. Konsentrat Ilmenit: US$ 4,24/dmt, naik dari US$ 4,09/dmt

19. Konsentrat Titanium: US$ 10,17/dmt, naik dari US$ 9,76/dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Senin, 28 Oktober 2019

KM Masagena Patah Kemudi di Perairan Selayar, Tim SAR Evakuasi Penumpang


Tim SAR gabungan mengevakuasi 10 kru dan penumpang KM Masagena Satu yang mengalami kerusakan di perairan Selayar, Sulsel. Kapal ini mengalami patah kemudi.
Kepala Kantor Badan SAR Makassar, Mustari, dalam keterangannya, Rabu (6/11/2019), mengatakan KM Masagena Satu mengalami patah kemudi sekitar 7 mil laut dari Pelabuhan Pattumbukang, Selayar. Peristiwa patah kemudi itu terjadi Selasa (5/11) sekitar pukul 15.00 Wita. BEST PROFIT


Akibat kerusakan di bagian kemudi, kapal yang mengangkut wisatawan ini terbawa arus dan terombang-ambing di lautan.
"Saat Pos Basarnas Selayar menerima info kapal dengan 10 penumpang, tim Basarnas Selayar langsung mengerahkan kapal cepat untuk mencari kapal di lokasi yang dilaporkan, dengan melibatkan potensi SAR lainnya," ujar Mustari.

Setelah melakukan pencarian, Basarnas Selayar bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari Tagana, BPBD, Polres, dan Kodim Selayar, menemukan Kapal Masagena Satu sekitar 400 meter dari lokasi terakhir yang dilaporkan.

Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi kesepuluh orang penumpang kapal bersama ABK dan nahkodanya dengan menggunakan kapal cepat atau Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas Selayar sekitar pukul 20.00 Wita malam tadi, menuju Pelabuhan Pattumbukang.

Kesepuluh penumpang dan ABK KM Masagena, yaitu Melisa (27), Fitra (28), Ijal (37), Indah (29), Bob (31), Patta Saleh (41), Erfan (33), Irwan (25), serta Nakhoda kapal bernama Saiful (35) dan ABK-nya, Bur (27).

"Setelah penumpang dievakuasi, kapal Masagena ditarik oleh kapal nelayan setempat menuju Pelabuhan Pattumbukang," pungkas Mustari.

Jumat, 25 Oktober 2019

Jokowi Lantik Menteri, Projo Pamit Merasa Tak Dibutuhkan Lagi


Ormas Pro Jokowi, yang mendorong Jokowi sejak maju Pilgub DKI sampai ke kursi RI-1, pamit. Ada apa gerangan?
"Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Tugas Projo sudah selesai hingga pelantikan 20 Oktober 2019. Selamat bekerja pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin dan kabinet Indonesia kerja," kata Budi Arie Setiadi, kepada wartawan, Rabu (23/10/2019). BEST PROFIT


"Kami ikhlas jika memang tidak dibutuhkan lagi," jawab Budi Arie tanpa menyebutkan alasannya. BESTPROFIT

"Izin pamit untuk kembali ke kehidupan," ujar Budi Arie puitis, dalam penutup edaran ke media sosial ini.

Lantas ada apa gerangan antara Projo dan Jokowi?
Sore nanti Projo menggelar konferensi pers menjawab pertanyaan tersebut. Namun belakangan muncul meme soal Projo yang berubah jadi Projowo (Pro Jokowi Prabowo). Apakah Projo mundur karena Prabowo masuk kabinet, atau ada alasan lain?

Kamis, 24 Oktober 2019

Punya Menteri Baru, Ini Harapan Pegawai Kementerian PANRB


Tjahjo Kumolo ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dalam Kabinet Kerja Jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Para pegawai Kementerian PANRB pun akan mendapat bos baru yang tentunya akan berbeda dengan sebelumnya, ketika dijabat oleh Syafruddin.
Menanggapi hal itu, pegawai Kementerian PANRB Baihaqi (52), mengatakan dirinya menyambut baik penunjukan Tjahjo Kumolo sebagai Menteri PANRB. Ia berharap dari menteri yang baru dapat memperbaiki kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Kementerian PANRB sendiri. BEST PROFIT

"Alhamdulillah semoga ada perubahan. Artinya perubahan yang lebih baik. Terutama buat karyawan ASN disini. Yang kemarin cukup bagus tapi yang baru mudah-mudahan lebih bagus lagi," kata Baihaqi saat ditemui di kantor Kementerian PANRB, Rabu (23/10/2019).

Hal yang serupa disampaikan pegawai lainnya, Mundari (54) berharap terpilihnya Tjahjo Kumolo bisa membawa kementerian PANRB menjadi lebih baik.

"Saya mengharapkan agar lebih baik, Menpan lebih maju ke depan," paparnya.

Untuk diketahui, Tjahjo Kumolo bukanlah nama baru di kabinet Jokowi. Sebelumnya, pada periode pertama Jokowi, Tjahjo Kumolo menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Rabu, 23 Oktober 2019

Berat Tinggalkan Gojek, Nadiem: Driver Itu Keluarga Saya


Secara tak teduga Nadiem Makarim masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Dia dipilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Terpilihnya Nadiem menjadi menteri sempat menimbulkan polemik dan penolakan. Penolakan itu datang dari para mitranya sendiri yakni sopir atau driver ojek online (ojol).
Meski tak langsung menanggapi hal itu, Nadiem mengaku sangat sedih untuk meninggalkan Gojek. Perusahaan startup yang dia bangun yang kemudian menjelma sebagai decacorn dengan valuasi US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun (kurs Rp 14.000). BESTPROFIT


Dia mengaku yang paling membuat dirinya sedih adalah harus berpisah dengan para driver Gojek. Nadiem menganggap para driver sudah menjadi keluarganya sendiri.

"Saya ingin ucapkan terima kasih, saya akan ucapkan beberapa patah kata dan keluarga saya di Gojek. Nanti itu to follow, nanti itu saya sebut, saya sangat sedih untuk meninggalkan itu, itu keluarga saya para driver itu," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).


Meski berat, Nadiem mengaku tetap akan menjalankan amanahnya dengan menteri. Jabatan itu dianggapnya juga sebagai tantangan baginya yang berasal dari generasi milenial.

"Terima kasih Pak Presiden, teman-teman media, amanah ini saya ambil sangat serius. Tantangan akan luar biasa, mohon dukungan, mohon dukungan para milenial. Karena saya satu-satunya mewakili milienal di kabinet. Jadi mohon dukungan teman-teman milenial untuk berbagai inovasi yang saya lakukan," tutupnya.

Sebelumnya Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Garda Igun Wicaksono mengatakan, driver ojol akan demo besar-besaran jika Jokowi tetap menjadikan Nadiem sebagai menteri. Aksi itu akan digelar di seluruh Indonesia.

"Apabila akhirnya Presiden Jokowi tetap menunjuk Nadiem sebagai salah satu menteri ya kami mungkin bisa melakukan aksi penolakan, pergerakan dari seluruh Indonesia. Pastinya yang disasar Presiden Jokowi sendiri," katanya kepada detikcom, Senin (21/10/2019).

"Kita sudah peringatkan jangan tunjuk Nadiem kalau tetap menunjuk pasti akan pergerakan ojol di seluruh Indonesia, penolakan Nadiem," ujarnya.

Selasa, 22 Oktober 2019

Masuk Kabinet Jokowi, Gerindra: Kami Belum Dengar Kekecewaan Pendukung


Menteri Kelautan dan Perikanan dari Gerindra Edhy Prabowo mengatakan partainya sudah menyampaikan sikap bergabung ke kabinet Jokowi ke pendukung mereka. Menurut Edhy, dirinya belum mendengar adanya suara kekecewaan dari pendukung secara langsung.
"Sejauh ini sudah kita sampaikan dan saya pikir itu menjadi urusan kami. Tidak perlu kita publikasi. Selama ini kita belum dengar langsung," ujar Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). BEST PROFIT

Gerindra awalnya berseberangan Jokowi saat Pilpres 2019 karena mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres. Usai Pilpres 2019, Prabowo bertemu Jokowi dan kini resmi masuk kabinet. BESTPROFIT

"Cuma kita selalu terbuka untuk mendengarkan, menerima masukan. Kalau kekecewaan secara langsung sih kami belum mendengar," ujar Edhy.

Prabowo dan Edhy mendapat slot di Kabinet Indonesia Maju. Terkait posisinya di Gerindra, Edhy menyebut tidak ada larangan dari Jokowi.

"Ya, ya, masih. Tidak ada pelarangan kan untuk jabatan politik," kata Edhy.

Senin, 21 Oktober 2019

Pencetus Ojek Online Itu Merapat ke Istana

Pendiri Gojek, Nadiem Makarim, terlihat merapat di Istana. Kemungkinan besar, ia akan ditunjuk sebagai menteri atau pejabat setingkatnya dalam kabinet baru presiden Joko Widodo.
Pantauan detikcom, Nadiem tiba di Istana pada Senin (21/10/2019) pukul 10.17 WIB. Dia memakai kemeja putih dan celana hitam. "Saya dipanggil ke presiden," kata Nadiem.
Belakangan memang santer dikabarkan bahwa Nadiem akan mengisi pos menteri Digital. Berbicara ranah digital sendiri, selama ini sektor tersebut di bawah kendali Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang merupakan bagian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
"Bagus dong. Bagusnya begini, artinya kalau betul yang bersangkutan kan pengalamannya terbukti, sudah menjadikan Gojek jadi decacorn, itu satu. Kedua, kalau sudah sekelas begitu, sudah saatnya mengabdi kepada bangsa," tutur Menkominfo Rudiantara beberapa waktu lalu.
Menilik riwayatnya, Nadiem menamatkan kuliah di Harvard Business School dengan gelar MBA. Pada 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia sebagai Managing Director.

Setelah keluar dari Zalora, Nadiem kemudian menjabat Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak 2011. Nah, dari mana pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim mendapatkan ide untuk mendirikannya?

Ternyata dari pengalaman sendiri yang sulit menemukan ojek saat jam sibuk di Jakarta. Hal itu memunculkan ide membuat solusi sewa ojek yang lebih mudah dengan teknologi.

"Awal mulanya idenya datang dari kekesalan saya sewaktu naik ojek untuk kemana-mana di Jakarta," kata Nadiem dalam wawancaranya dengan CNBC.

Gojek pun berkembang luar biasa dengan sokongan dana dari perusahaan-perusahaan besar. Sebagai decacorn, valuasinya dikabarkan sudah menyentuh lebih dari USD 10 miliar.

Jumat, 18 Oktober 2019

Harapan Guru Besar FKM-UI pada Menteri Kesehatan yang Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan susunan kabinetnya. Beberapa nama sudah menyambangi Istana Negara pagi ini, Senin (21/10). Salah satunya akan didaulat menjabat sebagai menteri kesehatan periode 2019-2024.
Permasalahan kesehatan termasuk permasalahan sangat penting yang harus segera ditangani. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Prof dr Meiwita Paulina Budiharsana, MPA, PhD mengatakan bahwa untuk lima tahun mendatang, memperkuat sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan.
"Salah satu requirement untuk bisa membangun SDM yang baik of course pemeliharaan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Jadi untuk itu lah BPJS rugi pun harus ditanggung. Karena cenderung kita prioritas membangun SDM jadi tidak ada pilihan," ujarnya beberapa waktu lalu. BESTPROFIT
Prof Meiwita menambahkan, kebijakan serta rencana yang diterapkan oleh pemerintah sudah cukup baik. Namun pada proses penerapannya disebutnya belum berjalan dengan lancar. Untuk melancarkan penerapannya, Prof Meiwita menyarankan untuk meningkatkan kemampuan para pemimpin daerah agar semua setara.

"Jadi mungkin sebetulnya meningkatkan kapabilitas pemuka-pemuka atau pemimpin-pemimpin daerah karena desentralisasi. Yang menjadi sebetulnya memperlambat kenyataan bahwa 34 provinsi dan 514 distrik atau kabupaten kota nggak sama, kapablitias pimpinan daerah nggak sama," imbuhnya.

Menurutnya, evaluasi dari masyarakat pun penting untuk meningkatkan program menteri kesehatan mendatang. Cakupan evaluasi harus meliputi kuantitatif dan kualitatif.

"Belum pernah membuka evaluasi transparan ke publik, artinya nggak mau mendengar suara publik. Komentar publik tentang sudah memuaskan belum," pungkas Prof Meiwita.

Kamis, 17 Oktober 2019

Jokowi Mau Penghasilan Orang RI Rp 27 Juta/Bulan, Ini Syaratnya

Dalam pidato usai pelantikan kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ia memiliki rencana Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap pada 2045.
Dia menyebutkan saat itu, Indonesia akan menjadi negara maju yang pendapatan masyarakatnya Rp 324 juta per tahun atau Rp 27 juta per bulan. Jokowi juga menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) harus bisa mencapai US$ 7 triliun dan menjadi negara yang ekonominya masuk urutan 5 besar dengan angka kemiskinan 0%.
"Kita harus menuju kesana. Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Tapi semua tidak datang otomatis dengan mudah, tapi harus disertai kerja keras. Dan kita harus kerja cepat. Harus diserta kerja produktif bangsa kita," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra memandang rencana Jokowi untuk mencapai pendapatan perkapita Rp 324 juta/tahun di 2045 bisa terealisasi. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
"Tetapi dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan Tim Ekonomi Kabinet periode lalu yang telah terbukti hanya sanggup memberikan pertumbuhan ekonomi 5%," tutur Gede dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).
Gede bahkan sudah mensimulasikan mimpi tersebut. Misalnya dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% per tahun, maka untuk dapat mencapai pendapatan perkapita Rp 324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5-8% setiap tahunnya sejak 2019 hingga 2045 atau selama 26 tahun.

"Karena bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi hanya stabil di 5%, maka di tahun 2045 pendapatan perkapita kita hanya Rp 156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi," kata Gede.

Demi mewujudkan cita-cita sesuai pidatonya tadi, Gede menyarankan Presiden Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk naikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,5%-8%. Jangan ada lagi tempat di Kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%.

Rabu, 16 Oktober 2019

Cara TN Gunung Ciremai Lestarikan Edelwiss sang Bunga Abadi

Bunga Edelweiss, yang dijuluki bunga abadi, adalah salah satu ikon Gunung Ciremai, Jawa Barat. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai pun punya cara melestarikannya.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bekerjasama dengan Pemkab Majalengka menggelar Festival Edelweiss. Acara Festival Edelweiss ini digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (19-20/10/2019) di bumi perkemahaan Cidewata Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Tujuannya untuk menarik wisatawan dan membuat lembah Edelweiss di kawasan Cidewata. Penampilan musik, seni dan budaya meramaikan acara tersebut. Dan, rangkaian Festival Edelweiss ditutup penanaman Edelweiss di kawasan Cidewata yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl). BEST PROFIT
Kepala Balai TNGC Kuswandono mengatakan habitat Edelweiss yang berada di Gunung Ciremai sejatinya tumbuh pada ketinggian 2.000 hingga 3.000 Mdpl. Namun, Balai TNGC bersama Pemkab Majalengka berusaha membudidayakan Edelweiss di kawasan Cidewata.

"Ya memang di sini ketinggiannya sekitar 1.000 meter. April tahun lalu saya sudah melihat proses pembudidayaannya. Dan, bibitnya bisa dibuat di sini," kata Kuswandono usai penutupan Festival Edelweiss, Minggu (20/10/2019) kemarin.

Lebih lanjut, Kuswandono mengatakan kawasan Cidewata diharapkan bisa menjadi lembah Edelweiss.

"Semoga kedepan terus dilakukan. Edelweiss yang ditanam cepat tumbuh. Setelah ada kegiatan ini, Cidewata diharapkan bisa menjadi lembah Edelweiss," kata Kuswandono.
Lembah Edelweiss di Cidewata, lanjut dia, ke depannya bisa menarik wisatawan di Kabupaten Majalengka. Edelweiss saat ini hanya bisa dinikmati oleh pendaki tangguh yang bisa sampai ke puncak Gunung Ciremai.

"Kedepannya semua wisatawan, baik pendaki maupun bukan bisa menikmati Edelweiss hanya di ketinggian sekitar 1.000 meter. Tentu ada treatment khusus untuk bisa menumbuhkan Edelweiss di ketinggian 1.000 ini," kata Kuswandono.

Pelestarian Edelweiss perlu dilakukan, karena menurut Kuswandono, saat ini sebagian bunga abadi itu musnah akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan pada Agustus silam. Kawasan puncak Gunung Ciremai terbakar.
"Budidaya Edelweiss ini juga dikelilingi lahan masyarakat. Kita menghindari kejadian kebakaran. Tahun ini, Agustus lalu api membakar dua per tiga Edelweiss yang di puncak Ciremai," katanya.

Selain itu, Kuswandono mengatakan pelestarian Edelweiss melalui festival salah satunya untuk menyadarkan masyarakat, khususnya pendaki tentang bunga abadi. Sebab, hingga saat ini tak sedikit pendaki yang tega memetik Edelweiss dari habitat aslinya.

"Jadi, Edelweiss itu bukan berarti bunga abadi yang dipetik sebagai kenang-kenangan dari puncak untuk pacar atau gebetan," katanya.

Kuswandono menyebutkan saat ini ada empat spesies Edelweiss yang tumbuh di kawasan TNGC, yakni Anaphalis javanica, Anaphalis viscida, Anaphalis longifolia, dan Anaphalis maxima.
Pantauan detikcom, acara Festival Edelweiss itu diramaikan sejumlah musisi, seniman dan aktivis lingkungan. Tak hanya, salah satu presenter kondang Medina Kamil juga turut meramaikan acara tersebut. Medina ikut menanam Edelweiss. Medina antusias saat mengetahui bahwa Edelweiss bisa dibudidayakan pada ketinggian 1.000 mpdl.

"Kita tadi baru menanam Edelweiss. Mudah-mudahan visi dan misi kita semua berhasil. Semuanya bisa tumbuh dan berbunga dengan cepat. Ke depan pendaki dan masyarakat bisa lihat Edelweiss di sini," kata Media usai menanam Edelweiss.

Terpisah, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardian mengatakan Festival Edelweiss merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah menjadikan Majalengka sebagai salah satu daerah eksotik yang mampu memikat wisatawan. Ia berharap gelaran festival itu terus dilakukan. Sehingga Edelweiss tak punah.

"Semoga tak hanya meriah di hari ini saja, tapi ke depannya terus meriah. Semoga ke depannya taman Edelweiss di Majalengka ini bisa dikembangkan," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Edelweiss.

Selasa, 15 Oktober 2019

Pembicaraan Lengkap Jokowi-Mahfud MD Soal Menteri

Mahfud MD dipanggil Presiden Jokowi pagi ini. Tujuan pemanggilan pun sudah jelas, meminang eks Ketua MK itu jadi menteri. Lantas apa saja yang dibicarakan keduanya?
"Intinya saya diminta beliau menjadi salah seorang menteri. Kalau tidak berubah akan dilatik besok luas hari Rabu pagi sudah berkumpul di sini," kata Mahfud MD usai memenuhi panggilan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Mahfud diajak bicara panjang lebar dengan Presiden, namun ia tak diberi tahu posisi apa yang akan dijabatnya.
"Saya tidak diberitahu menteri apa tetapi beliau bercerita problem-problem Indonesia yang sifatnya makro. Ekonomi politik sosial. Kemudian yang agak dalam kami diskusi masalah pelanggaran ham, hukum yang kurang menggigit," ungkap Mahfud MD.
Presiden, masih menurut Mahfud MD, memperhatikan sungguh-sungguh bidang penegakan hukum yang setahun terakhir agak menurun. Mahfud pun diminta kerja keras menegakkan hukum.
"Kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan penegakan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif. Karena lembaga eksekutif mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum dan itu disediakan oleh negara," katanya.

Senin, 14 Oktober 2019

Jelang Pengumuman Kabinet, Nila F Moeloek Perpisahan dengan Wartawan Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) Kabinet Kerja, Nila F Moeloek, menggelar perpisahan dengan wartawan di kediamannya, Komplek Mikasa Jalan Patra Kuningan B3 Jaksel. Ada sekitar 34 wartawan dari media cetak dan siar yang hadir.
Di kediamannya, Nila Moeloek bersama sang suami yang juga mantan menteri kesehatan, Farid Anfasa Moeloek, menyambut wartawan dengan organ tunggal.
"Sebenarnya karena saya sudah enggak berhak lagi. Nanti kalau (acaranya -red) di kantor terus diusir gimana," canda Nila di rumahnya, Senin (21/10/2019). BESTPROFIT
Selain wartawan ada juga staf menteri kesehatan yang hadir. Salah satu di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi.

Suasana perpisahan di kediaman Menkes Nila berlangsung santai. Bersama wartawan, Nila bernyanyi dan joget mengikuti irama lagu.

Jumat, 11 Oktober 2019

Jalur Pendakian Gunung Cikuray Garut Terbakar

Api membakar area hutan sekaligus jalur pendakian di Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Petugas gabungan bergerak ke lokasi dan berusaha memadamkan api.
PT BESTPROFIT
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan kebakaran mulai melalap hutan Gunung Cikuray, Minggu (13/10/2019) sore.
BESTPROFIT
"Kebakaran di Gunung Cikuray masuk ke wilayah Kecamatan Bayongbong. Kebakaran mulai terjadi sejak pukul 17.10 WIB," ujar Tubagus saat dihubungi. BEST PROFIT
Menurut Tubagus, kawasan hutan yang terbakar terletak di Kampung Pamalayan. Lokasi tersebut merupakan jalur yang kerap digunakan untuk mendaki.

Lokasi tersebut, sambung Tubagus, berjarak 5 kilometer dari perkampungan masyarakat setempat.

"Kebakaran ini terus meluas karena di lokasi angin cukup kencang, sehingga api merembet," katanya.

Petugas gabungan BPBD dan pimpinan daerah setempat dibantu warga tengah berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Hingga pukul 19.10 WIB, api masih berkobar di lokasi.

"Proses pemadaman sedang dilakukan," kata Tubagus.

Kamis, 10 Oktober 2019

Luhut: Jangan Dibesar-besarkan Kasus Pak Wiranto, Sudah Selesai

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus penusukan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, polisi disebut sudah memiliki informasi yang lengkap mengenai kasus penusukan Wiranto.

"Jadi gini, jangan dibesar-besarkan lagi kasus itu. Jangan dibesar-besarkan kasus Pak Wiranto sudah selesai. Polisi sudah punya data yang cukup. Jadi jangan kita ikut jadi pahlawan buat mereka itu. Lagian kejadian macam itu bisa terjadi di mana saja, di Amerika berkali-kali kejadian itu," ujar Luhut di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10/2019).
Luhut yang pernah menjabat sebagai Menko Polhukam menyebut, upaya pengamanan yang diberikan aparat sudah baik. Namun memang, kata dia, terkadang kejadian teror yang menimpa pejabat juga pernah terjadi di negara lainnya. PT BESTPROFIT
"Tidak ada satu negara pun yang kebal atau imun terhadap hal-hal macam itu. Tapi saya kira tingkat pengamanan, polisi, intelijen, sudah punya data yang baik. Jadi tidak perlu terlalu dihebohkan," ujar Luhut.
Wiranto ditusuk oleh SA alias Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten, pukul 11.50 WIB, hari Kamis (10/10). Dia mengajak istrinya dalam aksinya. SA dan istrinya lalu ditangkap polisi. Polisi menyebut pelaku terpapar ISIS. BEST PROFIT

Polisi memang menyebut SA alias Abu Rara, pelaku penusukan terpapar ISIS, dan terkait jaringan JAD. Sedangkan soal Wiranto, Jokowi mengatakan saat ini sedang dalam penanganan dokter. BESTPROFIT

Rabu, 09 Oktober 2019

Ustaz Abdul Somad Tolak Motor Modif yang Dikasih Jamaahnya

Ustaz Abdul Somad (UAS) diketahui memiliki kegemaran menunggangi sepeda motor. Ia pun ingin diberi sepeda motor modifikasi oleh jamaahnya.
PT BESTPROFIT
Namun, UAS menolak pemberian motor kustom tersebut. Ia malah ingin sama-sama naik motor dengan jamaahnya.
BEST PROFIT
Hal itu diunggah UAS dalam akun instagramnya. Digambarkan, salah satu jamaah UAS ingin memberikan motor untuknya. BESTPROFIT
"Sampaikan salam saya. Bukan menolak rezeki. Sayang tidak saya pakai, biar saja kawan itu yang pakai, nanti ada jadwal di sumbar (Sumatera Barat) kita sama-sama naik motor," tulis UAS membalas pesan Whatsapp dengan bahasa Minang.

"Baik ustad, biar saya sampaikan salam ustad karena telah terniat di orang yang punya untuk ustad naik motor karena melihat ustad naik motor hari itu di batam," balas jamaah itu.

Motor modifikasi itu tampak keren. Dari tampilannya, motor kustom yang ingin diberi kepada UAS memiliki ban gendut dan jok yang rata. Motor dibalut dengan warna hijau tua di beberapa bagian.
UAS beberapa waktu lalu juga berkesempatan menunggangi sepeda motor usai menunaikan salat Subuh di Masjid Agung Batam. Saat itu UAS tampak dikawal beberapa rombongan pemotor lainnya.

Ustaz Abdul Somad juga dikenal sebagai sosok pecinta motor 2 tak. Ia mengaku memiliki Yamaha RX-King, dan sudah mengendarai motor ini semasa bangku kuliah.
Dalam sebuah sesi dakwah bersama komunitas King Motor Club (KMC) Riau, akhir 2017 lalu, UAS berpesan kepada para bikers yang ingin melakukan touring.

"Kalau kau mau touring, kau musti tahu langkah mau ke mana pulang ke mana. Kalau kau mau berangkat pastikan dulu gas, kopling, rem, lampu, dan spion," kata UAS.

"Setelah itu kau tampil bersih. Bersih semua, bersih motornya, bersih karburatornya dan bersih knalpotnya. Setelah itu kau gas motornya," pesan UAS.    

Selasa, 08 Oktober 2019

Tidur Pakai Bra, Berbahaya atau Malah Bermanfaat untuk Kesehatan?

Saat tidur, sebagian wanita memilih untuk mengenakan bra karena disebut bisa membuat payudara melorot. Namun, ada juga yang menganggap tidur mengenakan bra justru tak baik untuk kesehatan, selain soal kenyamanan.
PT BESTPROFIT
Jadi apakah tidur mengenakan bra bisa bermanfaat bagi kesehatan dan berpengaruh pada bentuk atau kekencangan payudara? Apakah kita sebaiknya tidur mengenakan bra, atau tidak?
BEST PROFIT
"Payudara yang melorot merupakan fakta yang tak bisa ditolak pada wanita semakin ia bertambah umur. Itu disebabkan jaringan ikat penyokong payudara kehilangan kelenturannya seiring waktu," jawab Dr Seth Rankin, pemilik London Doctors Clinic, dikutip dari Cosmopolitan. BESTPROFIT
Tentu ada banyak faktor yang bisa berkontribusi menyebabkan payudara melorot, lanjutnya. Yakni termasuk kehamilan, menyusui, genetik, merokok, penurunan atau kenaikan bobot drastis, dan mungkin juga aktivitas dengan intensitas tinggi.

Ia menyebut cukup sulit untuk mengukur apa dampak mengenakan bra saat tidur, karena banyak faktor lain yang lebih memiliki dampak signifikan. Tapi ia menegaskan bahwa belum tentu mengenakan bra tidak berdampak pada melorotnya payudara.
"Coba kita lihat dari sudut pandang sains. Payudara melorot ke bawah disebabkan oleh tarikan gravitasi pada massa yang ada di payudaramu. Maka dari itu mereka yang memiliki payudara besar akan lebih mudah melorot, karena banyaknya lemak dalam jaringan yang akan tertarik gravitasi," terangnya.

Kemudian ia mengatakan, saat kita berbaring, efek gravitasi mendorong jaringan payudara kembali ke dada, bukan lagi ke bawah ke arah kaki. Sehingga mengenakan bra sebenarnya tidak berdampak-dampak amat, karena payudara secara alamiah akan terdorong kembali ke dada.

Berdasarkan logika gravitasi ini, memakai bra atau tidak dalam posisi berbaring yang lama mungkin bisa mencegah cepatnya payudara melorot. Sayangnya, untuk bisa mencapai hal ini kita membutuhkan waktu berbaring lebih dari 20 jam per hari.

Di sisi lain, mengenakan bra yang mengikat daerah dada juga bisa menyebabkan kulit untuk pulih dan menyebabkan 'bekas' pada kulit karena penggunaan bra yang kencang. Di area dada banyak melintang otot, pembuluh darah, jaringan limfe hingga saraf. Oleh karena itu jika bra terlalu kencang, bisa saja membatasi suplai darah ke payudara dan area sekitarnya.

"Sama seperti sistem limfe, bra yang kencang bisa membatasi aliran limfe ke banyak kelenjar limfe di sekitar payudara dan ketiak, mengganggu fungsi vital sistem tubuh untuk membuang racun," jelasnya lagi.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melepaskan payudara apabila ingin tidur. Dan tak perlu khawatir payudaramu akan melorot karenanya.