Jumat, 06 Juli 2018

AS Buka Markas Besar Militer di Korsel, Terbesar di Dunia


PT BEST PROFIT Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan (Korsel) membuka markas besar baru mereka, hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya ingin menarik pulang pasukan AS di negeri itu. PT BEST PROFIT FUTURES

Markas besar itu disebut sebagai pangkalan AS di luar negeri yang terbesar di dunia. PT BESTPROFIT 

AS dan Korsel merupakan sekutu militer berdasarkan traktat keamanan. Selama puluhan tahun, pasukan AS di Korea (USFK) memiliki markas besar di Yongsan, di jantung kota Seoul. Pada tahun 1990 silam, kedua sekutu tersebut sepakat untuk memindahkan markas besar tersebut ke Kamp Humphreys, pangkalan militer di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer selatan Seoul, ibu kota Korsel. PT BESTPROFIT FUTURES

Namun proyek pemindahan tertunda selama bertahun-tahun akibat aksi-aksi protes warga, masalah keuangan dan pekerjaan konstruksi yang luas. Akhirnya, baru pada tahun 2013, unit pertama dipindahkan ke Kamp Humphreys. BESTPROFIT FUTURES 

Markas besar USFK resmi dibuka di Kamp Humphreys pada Jumat (29/6) waktu setempat. Begitu pula dengan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pimpinan AS, dengan unit-unit lainnya akan menyusul nanti. BESTPROFIT
Komandan USFK Vincent Brooks mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/6/2018), pemerintah Korsel telah menyumbang lebih dari 90 persen dari biaya pembangunan Kamp Humphreys yang mencapai US$ 10,8 miliar "yang kami yakini sebagai pangkalan AS di luar negeri yang terbesar di dunia". BEST PROFIT FUTURES 

"Sembilan puluh persen dari biaya-biaya itu, dan untuk sembilan puluh persen itu, Amerika Serikat tetap bersama Anda 100 persen," ujar Brooks dalam seremoni pembukaan markas besar itu. BEST PROFIT

Di Kamp Humphreys terdapat 513 gedung termasuk sekolah, toko dan bank yang tersebar di area seluas lebih dari 14,7 juta meter persegi, dan akan bisa menampung hingga 43 ribu orang, termasuk para tentara dan keluarga mereka hingga akhir tahun 2022 mendatang. BESTPRO

AS diketahui menempatkan sekitar 28.500 tentaranya di Korsel untuk membela negeri itu dari Korea Utara yang memiliki senjata nuklir. Beberapa pekan lalu, usai pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, Trump mengumumkan akan menghentikan latihan militer AS-Korsel. Bahkan Trump mencetuskan, "Saya ingin membawa pulang tentara-tentara kami."  BPF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar